Sebuah negara di Afrika Timur, Tanzania termasuk negara yang relatif aman dan bersahabat walau negara-negara tetangganya didera banyak masalah politik dan konflik antar suku. Aktifitas yang paling populer di Tanzania yaitu safari, mendaki gunung dan bermain-main air di spice island Zanzibar.

 

Cuaca paling ok: Kapan saja, tapi sebaiknya jauhi musim hujan antara Maret – Mei.

Visa: WNI bisa mendapatkan visa on arrival (90 hari) seharga USD 50

Durasi trip saya: 14 hari

Bagi yang mau berpetualang ke sini, berikut sedikit info:

  • Tiket pesawat ke Nairobi (Kenya) biasa lebih murah daripada tiket ke Dar es Salaam, ibukota Tanzania. Dari Nairobi bisa lanjut jalan darat melewati perbatasan ke Tanzania utara.
  • Visa negara Kenya bisa diambil on arrival, seharga USD 50, berlaku multiple entry jika hanya keliling Kenya-Tanzania-Uganda (tulisannya sih “single entry”).
  • Ada baiknya jika semua jadwal perjalanan sudah di tetapkan sebelum keberangkatan melalui operator lokal, seperti Basecamp Tanzania.
  • Jangan lupa buku kuning vaksinasi yellow fever, obat malaria dan obat nyamuk oles –> nyamuk di sana ganas-ganas.
  • Sedia tisu basah dan senter setiap saat (di saku celana misalnya), untuk jaga-jaga saat darurat.
  • Tidak perlu membawa uang banyak sewaktu bersafari dan mendaki (paling untuk tips saja) karena tidak ada toko.

 

Tempat-tempat yang saya kunjungi:

  • Arusha – sebuah kota kecil di utara Tanzania yang sering dijadikan basis oleh mereka yang ingin bersafari dan mendaki Kilimanjaro (selain Arusha, kota Moshi juga biasa dijadikan basis).
  • Serengeti national park – padang rumput dengan migrasi hewan terbesar di dunia, tepatnya di bulan Desember – Maret. Antara bulan Juli – Oktober, migrasi pindah ke Masai Mara di Kenya.
  • Ngorongoro conservation area – di sini terdapat kaldera besar yang menjadi tempat “nongkrong” favorit hewan predator. Jumlah binatang yang ada di sini bakal membuat siapapun takjub.
  • Oldupai gorge – di lembah ini banyak ditemukan fosil manusia purba. Lewat penelitian arkeologi di Oldupai dicetuskan sebuah teori bahwa semua manusia tanpa pengecualian berasal dari tempat yang sama, yaitu Afrika.
  • Kilimanjaro – gunung tertinggi di benua Afrika dengan ketinggian 5585m. Gunung ini juga dipopulerkan oleh Ernest Hemingway yang menulis buku The Snows of Kilimanjaro. Sayangnya salju di Kilimanjaro sudah semakin menghilang karena global warming. Diperkirakan salju ini akan lenyap sekitar tahun 2020.

 

Source: google map