Vietnam mungkin lebih terkenal dengan kisah sejarah perangnya. Negara berpaham republik-sosialis ini ternyata memiliki daya tarik yang cukup memikat selain dari peninggalan perangnya. Vietnam yang berbatasan dengan China di Utara, dan Laos dan Kamboja di sebelah Barat, memiliki kebudayaan yang sedikit mirip dengan negara tetangganya.

Cuaca paling ok: Kapan saja, hindari musim hujan (tiap regional mempunyai jadwal musim hujan sendiri)

Visa: WNI tidak perlu visa untuk kunjungan selama 30 hari

Durasi trip saya: 7 hari

 

Bagi yang mau berpetualang ke sini, berikut sedikit info:

  • Tiket pesawat budget juga tersedia untuk ke Vietnam, salah satunya adalah Air Asia dan Tiger Air (via Singapore).
  • Sebagai WNI kita mendapat kebijakan bebas visa.
  • Untuk berjalan-jalan keliling kota, peling nyaman apabila kita memiliki kendaraan sewaan. Taxi dan ojek juga mudah didapat. Pastikan untuk menggunakan argo untuk taksi.
  • Agen travel dapat ditemui di semua hotel. Untuk mengatur tour harian sangat mudah dan praktis.
  • Tidak perlu membawa uang Vietnamese Dong banyak-banyak. Sebagaian besar agen perjalanan dan hotel lebih menerima USD.
  • Senantiasa waspada akan copet di tempat keramaian (di pasar malam contohnya), dan gunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan-jalan menyusuri kota tua.

 

Tempat-tempat yang saya kunjungi:

  • Hanoi – pusat pemerintahan di Vietnam. Obyek paling menarik dari kota ini adalah bagian kota tua Hanoi dengan gang-gang kecilnya. Di sini kita bisa menyusuri gang yang ramai dengan toko dan cafe yang unik. Jangan lupa untuk tetap waspada terhadap sepeda motor. Mereka tak takut mati dan suka seenaknya sendiri.
  • Halong Bay – bukit-bukin batu di atas air yang senantiasa diselimuti oleh kabut tipis. Meskipun tempat ini sangat banyak jumlah turisnya, Halong Bay tetap mejadi daerah yang wajib dikunjungi. Kita bisa bermalam di atas kapal ataupun di Pulau Cat Ba.
  • Ninh Binh – bisa disebut juga sebagai Halong di daratan. Di sini terdapat peninggalan bekas ibukota tua Vietnam dengan kuil-kuilnya. Di Ninh Binh sendiri terdapat sungai yang melintas di antara bukit-bukit.
  • Delta Mekong – sungai yang melewati China, Burma, Kamboja, Laos, Thailand dan berakhir di Vietnam ini masih sangat aktif dipakai sebagai sarana transportasi. Di sepanjang Delta Mekong, kita bisa mencoba mengenal kehidupan masyarakat lokal.
  • Ho Chi Minh – atau dikenal dengan sebutan Saigon adalah pusat perekonomian Vietnam. Tata kota di sini banyak persamaannya dengan tata kota di Perancis. Promenad yang luas dan megah dan diakhiri dengan bangunan iconic di ujungnya seakan-akan membawa kita ke Eropa.