Destinasi paling populer di Vietnam… apalagi kalau bukan Halong Bay (Teluk Naga). Halong Bay ini terkenal dengan bukit-bukitnya yang bermunculan di permukaan air.
Untuk pergi ke Halong Bay, cara termudah adalah dengan mencari paket tour dari hotel. Semua hotel pasti menawarkan paket tour. Alternatif lain adalah dengan mencari online ataupun dari agen-agen travel di kota tua.

Untuk paket tour ini, saya memilih untuk tinggal di kapal daripada di pulau Cat Ba. Meskipun beberapa bulan sebelumnya ada kabar yang memprihatinkan soal tenggelamnya kapal di Halong Bay (bbc news), kita masih berpikiran masih mau tinggal di kapal. Saya tidak mau melewatkan kesempatan menikmati pemandangan matahari terbit dari atas kapal.

Panorama di Teluk Naga yang memukau

Perjalanan ke Halong Bay berlangsung selama 3 jam dari Hanoi. Kita dijemput dari hotel sampai ke pelabuhan di kota Halong Bay. Dari sana barulah kita berlabuh dengan kapal. Setelah bertemu dengan teman-teman yang akan naik kapal bersama kita, saya merasa sangat beruntung. Mereka kelihatan seperti anak muda yang antusias dan seru.

Faktor keberuntungan sangat perlu dalam hal ini karena kita harus terus-terusan bersama mereka dalam 2 hari.

Teman saya ada yang bercerita kalau dia dapat rombongan keluarga Indo dengan anak kecil. Akhirnya acaranya banyak yang tidak seru.

Awal-awalnya kita dibawa berkeliling bukit-bukit batu. Bagus-bagus batunya. Saya beranggapan semua batu bagus, sehingga rasanya mau mengambil foto terus. Padahal kalau dipikir-pikir, lebih baik dinikmati saja dengan mata. Bentuk-bentuk bukit batunya ada yang bisa menyerupai ayam jantan.

 

Goa nya cukup besar dan megah. Di salah satu sudut ada batu yang menyerupai Dewi Kuan Yin yang bermandikan cahaya

Di beberapa bukit batu, ada yang karena proses alam, membentuk goa di dalamnya. Kita dibawa untuk turun melihat salah satu goa yang terbesar di Pulau Dau Go. Kita harus memanjat sedikit untuk memasuki pintu goa. Perjalanan di dalam goa terasa lumayan nyaman. Dinas pariwisata sudah merapikan sehingga goa tersebut aman dan nyaman untuk ditelusuri. Satu-persatu stalagmit dan stalagtit di dalam goa mulai kelihatan. Keindahan ukiran alam itu semakin indah dengan hiasan lampu.

Akhirnya kegiatan yang paling ditunggu-tunggu datang juga.

Kita diajak untuk naik kayak.

Mendayung kayak menyusuri bukit-bukit Halong

Saya berpasangan dengan Monique. Mama lebih suka untuk mengambil foto saja sambil berbincang-bincang dengan orang lokal. Saya dan Monique berputar-putar mengelilingi bukit batu. Kali ini kita melihat dari sudut pandang yang lebih rendah.

Bukit batu tersebut kelihatan jauh lebih besar, atau kitanya yang terasa kecil.

Di atas air, ternyata ada kampung nelayan. Kita mencoba mendekatkan kayak kita ke arah kampung nelayan. Tiba-tiba saja ada anak-anak yang berlari-lari dan mencoba menyapa kita. Lalu salah satu anak tersebut memberi hormat sambil tersenyum. Kehidupan di desa terapung itu terlihat sangat sederhana. Gantungan baju-baju jemuran terlihat bergelantungan. Selain mencari ikan, mata pencarian mereka adalah dengan berdagang menggunakan perahu sampan.

 

“Siap”, seolah-olah si anak kecil yang lucu ini memberi hormat pada kita

Hari sudah semakin sore, kita pun harus kembali ke kapal. Tetapi kegiatan kita belum selesai sampai di situ saja. Sore-sore memang paling enak untuk berenang, dan itulah yang kita lakukan. Untuk membuatnya lebih seru lagi, kita mencoba untuk loncat dari atap kapal ke dalam air. Wahhh seru sekali rasanya. Apalagi untuk saya yang takut akan ketinggian. Sambil berenang, kita juga menikmati keindahan matahari terbenam. Sesungguhnya semua sudah cukup sempurna, tetapi akan lebih sempurna apabila air di Halong Bay tidak butek. Jarak pandang di dalam air bisa dikatakan hampir nol.

Untuk makan malam di kapal, kita diharuskan membuat sendiri lumpia kita. Pihak kapal memberi nama kegiatan tersebut “cooking class”. Padahal kalau dipikir-pikir, tidak ada kegiatan masaknya sama sekali. Hanya membungkus sayuran dan udang yang sudah disediakan dengan kertas nasi. Tapi karena disebut “cooking class”, sekarang kita juga bisa menyebut diri kita expert dalam masakan Vietnam.

Ini dia kelas membuat spring rolls di atas kapal

Malam itu ditutup dengan kegiatan karoke dan dansa.
Acara karaokenya lucu sekali karena sebagian besar dari kita tidak bisa menyanyi.

Sesi ini lebih banyak dipakai untuk tampil bodoh di depan orang dengan menyanyikan lagu-lagu Britney Spears, Aqua (Barbie Doll), Back Street Boys dan lagu-lagu semacam itu.  Hampir semua lagu-lagu yang ada itu dari era 90-an. Kita semua bernyanyi-nyanyi sampai capai dan ngantuk.
Pagi-pagi saya bangun untuk melihat terbitnya matahari. Hanya ada 1 orang lainnya yang sudah bangun dan menunggu matahari. Saya sudah menanti-nantikan saat ini. Melihat matahari terbit adalah salah satu aktivitas yang saya sukai, meskipun ada teman yang pernah berkata “Matahari kan terbit setiap hari.” Sayang…, keberuntungan sedang tidak berpihak, pagi itu Halong Bay diselimuti kabut tebal. Mataharinya tidak bisa terbit. Saya menunggu beberapa saat sambil berharap, tetapi rupanya sang surya memutuskan untuk muncul terang-benderang di atas. Kalau sudah begitu, tidak ada pilihan lain selain kembali tidur lagi.
Perjalanan diteruskan dengan melihat goa di atas bukit dan hutan kecilnya. Dari atas bukit, kita bisa melihat pemandangan Halong Bay dan di sisi lain, kita bisa melihat pemandangan danau air tawar yang terbentuk ditengah-tengah pulau.
Selanjutnya kita melanjutkan perjalanan kembali ke daratan melalui bukit-bukit batu yang indah.

Kalau ada yang berkata Halong Bay itu terlalu touristy, itu memang benar. Namun, tetap saja Halong Bay tetap perlu untuk dilihat. Dijamin tidak rugi!