Saya yakin banyak orang punya masalah seperti kita berdua setiap kali mau pergi jalan-jalan, bingung mau bawa barang apa aja. Ujung-ujungnya belum apa-apa koper atau ransel malahan sudah full, padahal belum pergi ke mana-mana. Jadi sebenarnya bagaimana sih cara ngepak yang efisien itu? Barang-barang apa yang perlu di bawa dan barang apa saja yang bisa ditinggal?

Seperti sudah banyak dijelaskan di banyak travel blog lain, sebagai seorang backpacker kuncinya adalah travel light alias jangan bawa berat-berat. Bagaimana cara ngepak yang ok dan barang apa saja yang perlu dibawa, itu semua sebenarnya tergantung masing-masing orang, tidak ada aturan tetapnya.

Jalan di keramaian pasar seperti ini paling praktis bawa backpack

 

Berikut sedikit tips dari Inji dan Titine:

1. Perhitungkan berapa lama perjalanan yang akan ditempuh.

Seorang backpacker biasanya sih rajin nyuci baju (atau tidak ganti baju hehe…), jadi tidak perlu bawa pakaian terlalu banyak. Berkaitan dengan pakaian, ada baiknya membawa pakaian yang cepat kering (seperti dri-fit material). Jadi kalau cuaca lembab atau tidak ada matahari, baju yang sudah dicuci pun bisa tetap kering. Bahan katun terlalu menyerap air, jadi kalau masih basah ya terpaksa berat-berat mesti di bawa jalan deh.

2. Sesuaikan barang bawaan dengan cuaca di tempat tujuan.

Kalau misalnya pergi saat musim dingin, sediakanlah jaket yang memadai. Yang sering kita perhatikan itu biasa orang Indonesia suka sekali pakai baju berlapis-lapis kalau musim dingin. Ya sebenarnya tidak apa-apa juga sih,tapi buat seorang backpacker lumayan berat ya jadinya. Sudah pakai baju berlapis-lapis, masih harus nggendong tas ransel pula. Coba carilah jaket dengan insulasi yang bagus, selain hangat juga ringan.

3. Gunakan perlengkapan yang berkualitas, karena biasanya lebih tahan banting dan lebih awet.

Contoh simpelnya, duffel bag merk North Face Base Camp. Bukannya kita tidak mencintai produk dalam negri lho ya ini. Kita mengulas karena memang didasarkan pengalaman pribadi, jadi bukan untuk promosi merk North Face. Buat Inji yang gemar bertualang outdoor, tas ini sangat membantu sekali karena selain ringan dan muat banyak, tas ini juga tahan air (penting!!). Berkali-kali dilempar-lempar, kena hujan deras, bahkan jatuh ke tanah lumpur pun tidak apa-apa. Isi dalam tas masih selamat dan tidak kotor atau basah.

Duffel bag kesayangan

4. Pilihlah tas yang sesuai dengan medan yang akan dituju.

Yang dimaksud di sini adalah, kalau bingung mau pakai koper roda atau tas ransel 30L – 70L atau duffel bag, pikir dulu medan yang akan kita hadapi. Kalau perjalanan bakal lebih banyak dilakukan di kota di mana sarana transportasi cukup memadai, koper roda atau tas ransel cukup praktis untuk dibawa ke mana saja. Tapi kalau perginya ke desa atau pegunungan yang tidak terlalu menunjang sarana transportasinya, sebaiknya pakai duffel bag atau tas ransel saja. Duffel bag lebih memudahkan para porter untuk membawa barang sewaktu di gunung, juga kalau mau diikat di atap bus atau di tumpuk-tumpuk tidak bikin pemiliknya khawatir roda kopernya bakal copot atau rusak.

Kalau pakai koper beroda, kasihan banget deh sama rodanya

Semua pointer di atas hanyalah sedikit tips dari kita, moga-moga bisa memberi sedikit pencerahan buat yang baru mau mulai backpacking-an. Untuk backpacker cewek yang benar-benar mau nggendong backpack, kita sarankan untuk membawa kurang dari 10kg, supaya lebih gampang dibawa naik turun tangga, gonta-ganti kendaraan atau lari-lari nguber kendaraan umum (kalau mau bawa lebih juga tidak apa-apa lho…).

Apa sih barang-barang paling penting yang perlu dibawa sewaktu backpacking?

Waduh, kalau ini sih tidak ada jawaban pastinya ya. Masing-masing orang punya essential gear list sendiri-sendiri, tergantung style mereka dalam bertualang.

Bagi Inji yang suka bertualang di alam bebas, barang-barang yang selalu dibawa diantaranya:

  • Rain gear – dalam setiap perjalanan saya selalu berusaha untuk stay dry, supaya tidak gampang masuk angin dan direpotkan dengan baju yang basah. Rain gear yang saya maksud di sini adalah jas hujan, rain cover untuk ransel saya, dan sepatu boots tahan air (kalau cuaca panas saya mending pakai sandal jepit sekalian biar nggak usah nyuci kaos kaki, tapi mesti hati-hati kalau jalan di rerumputan karena biasa ada lintah).
  • Head lamp– senter kepala yang selalu ada di dalam tas saya kemanapun saya pergi.

    Senter kepala penyelamat

  • Kantong plastik – saya selalu memasukkan semua barang di dalam tas ke dalam kantong-kantong plastik (yang saya pakai berulang-ulang tentunya supaya lebih ramah lingkungan) supaya tidak kotor atau basah. Saya juga tidak pernah membawa dompet kalau backpackingan, paspor, uang dan kartu kredit selalu saya masukkan ke dalam kantong plastik kecil, biar gampang diselipkan di mana saja. Kantong plastik juga berguna untuk tempat sampah, andaikata belum ketemu tong sampah di jalan.
  • Buku catatan perjalanan – supaya saya bisa menulis semua pengalaman saya. Saya memang masih old-fashioned, masih suka nulis jurnal-jurnalan di buku tulis.
  • Obat diare – untuk jaga-jaga saja. Saya tidak terlalu khawatir dengan sakit kepala atau pilek, tapi kalau diare, duh … menyiksa sekali! Apalagi kalau di tengah jalan nggak ada wc.

 

Kalau lagi diare harus jalan jauh begini, mampus deh!

Bagi Titine yang hobi fotografi dan berkelana melihat kehidupan masyarakat lokal, barang-barang yang tidak pernah ketinggalan adalah:

  • Hiking shoes – sepatu yang nyaman dipakai itu penting sekali menurut saya. Terus terang, saya lebih memilih hiking shoes terutama yang merek Merrell. Dengan sepatu ini, saya jadi bisa manjat-manjat tanpa takut kepleset. Cengkraman sepatu ini terhadap permukaan tanah dan batu benar-benar luar biasa.
  • Scarf – barang ini terbukti sangat berguna. Scarf bisa digunakan sebagai penutup kepala untuk berbaur ke negara yang tradisinya masih kencang. Bisa juga digunakan untuk menahan hawa dingin, menutup hidung di tempat yang berbau tak sedap, untuk gaya-gayaan ala Audrey Hepburn, dan lain-lain.
  • Deodorant atau body spray – karena kita tidak akan pernah tau kita akan bertemu dengan siapa hari itu. Siapa tau kita akan bertemu dengan presiden. Jangan sampai deh kita punya bau badan.
  • Kamera SLR – ditambah tripod-nya. Tripod sangat berguna kalau kita travel sendirian dan kita mau muka kita masuk di dalam foto juga.
  • Bikini atau baju berenang – enteng dan mudah dibawa ke mana-mana. Siapa tau kita menemukan danau atau sungai yang bening dan kita jadi bisa langsung nyebur.

Kalau dirangkum, barang-barang essential-nya Titine kaya begini