Selain memiliki Machu Picchu yang sudah dikenal banyak orang, negara Peru sebenarnya masih memiliki banyak tempat-tempat wisata lain yang tidak kalah menariknya dengan kota kuno peninggalan suku Inca itu.

Berada di Amerika Selatan, negara Peru bisa dibagi menjadi tiga wilayah yang berbeda berdasarkan letaknya. Bagian Barat yang berbatasan dengan Samudra Pasifik merupakan daerah pesisir pantai, bagian Timur yang berbatasan dengan lembah sungai Amazon merupakan daerah hutan tropis, sedangkan bagian Selatan yang berbatasan dengan pegunungan Andes merupakan dataran tinggi yang berbatu-batu.

 

Cuaca paling ok: Mei – Oktober. Buat yang mau pergi ke Amazon sebaiknya menghindari musim hujan bulan November – April.

Visa: WNI bebas visa 90 hari

Durasi trip saya: 14 hari (2 hari di pesawat, jauh sih!)

Bagi yang mau berpetualang ke sini, berikut sedikit info:

  • Pastikan connecting flight cukup waktunya, supaya bagasi tidak tertinggal di kota sebelumnya.
  • Bagi yang mau berpergian ke daerah altiplano (dataran tinggi) seperti Cusco dan Arequipa sebaiknya menyiapkan baju dingin. Ketinggian daerah sini rata-rata melebihi 3000m, kalau merasa pusing atau ngos-ngosan … itu normal.
  • Untuk mengurangi gejala altitude sickness bisa memakan daun coca atau minum teh coca. Walau tanaman ini merupakan bahan dasar cocaine tapi jangan khawatir, jenisnya berbeda dan tidak adiktif.
  • Daun coca termasuk barang ilegal di luar Peru, Bolivia, Chile dan Argentina. Jadi sebaiknya jangan nekat membawa balik ke Indonesia.
  • Pakailah sunblock setiap hari, walaupun berada di dataran tinggi yang berkabut. Mudah sekali terbakar UV di sini dan tidak terasa sampai kulit mulai mengelupas.

 

Tempat-tempat yang saya kunjungi:

  • Lima –  ibukota yang juga merupakan salah satu pusat perbankan terbesar di Amerika Selatan. Penggemar arsitektur bakal puas melihat gaya arsitektur kolonial Spanyol yang memang terasa sekali di kota ini.

Ibukota Lima

  • Nazca – sebuah kota kecil yang lebih sering diasosiasikan dengan keberadaan Nazca Lines. Nazca Lines yang misterius ini paling jelas dilihat dari udara, dengan menumpang sebuah pesawat kecil sejenis Cessna 206 (berkapasitas 6 orang).
  • Paracas – sebuah daerah pinggir laut dengan atraksi utama Islas Ballestas yang berpenghuni singa laut, Humboldt pinguin, dan jutaan burung laut … beserta guano-nya (tahi burung – mungkin terbanyak yang pernah saya lihat seumur hidup).

Penghuni Islas Ballestas

  • Arequipa – kota terbesar kedua setelah Lima. Arequipa memiliki arsitektur kolonial Spanyol yang jauh lebih mencolok daripada Lima, terlebih di daerah Plaza de Armas-nya. Di kota ini juga terdapat biara Santa Catalina yang memiliki sejarah 500 tahun lamanya dan Museum of Andean Sanctuaries tempat menyimpan mumi Juanita yang terkenal itu.
  • Colca valley – dataran tinggi dengan pemandangan indah pegunungan Andes (bisa dinikmati sambil berendam air panas alami di Chivay). Di daerah Colca ini juga hidup burung raksasa condor yang hampir punah.

Pemandangan sekitar Colca Valley

  • Cusco – destinasi paling populer di Peru, apalagi kalau bukan untuk mengunjungi Machu Picchu yang dibangun suku Inca.
  • Puno – di sini terdapat danau Titicaca beserta floating islands-nya yang luar biasa indah (disebut “floating” karena pulaunya dibuat dari tumpukan alang-alang yang mengapung-ngapung di atas danau).