Moalboal? Di mana itu? Bahasa apa itu? … Ternyata Moalboal ada di Philippines, tepatnya di propinsi Cebu. Moalboal dapat ditempuh dengan taxi langsung dari airport Cebu (sekitar 3500 pesos dan memakan waktu selama 2.5 jam).

Tetapi karena kita mau ngirit, kita memilih untuk naik bus umum (sekitar 105 pesos per orang dan memakan waktu lebih dari 3 jam). Untuk naik bus ini, kita harus naik taxi dulu dari airport ke terminal bus Librando. Pastikan untuk memilih bus yang melalui Barili, kalau tidak, kita bisa-bisa terdampar di bagian Selatan Pulau Cebu.

Perjalanan panjang dari Cebu ke Moalboal (source: google map)

Bus yang kita naiki namanya Ceres Liner. Bus warna kuning putih yang sudah usang dan mirip sama Kopaja. Kursinya sempit-sempit sekali. Untuk saya dan Inji yang ukurannya relativ kecil saja sudah sesak, apalagi kalau untuk lelaki yang tinggi besar. Tapi jangan khawatir, perjalanan bus dengan Ceres Liner itu bisa dibilang seru.

Lihat cara pegang duit si kenek bus… Sangat rapi dan nggak mungkin keliru ngasih kembalian

Selama perjalanan, bus kita banyak dinaiki oleh pedagang-pedagang yang menjual makanan; pisang, jeruk, manisan, kerupuk dan banyak lagi. Saya yang tidak mengerti tagalog, hanya mendengar pedagang tersebut teriak, ” Ampau ampau coron coron.”

Pemandangan keluarga sederhana yang bisa kita lihat dari jendela bus. Jadi ingat masa kecil, di pinggir jalan bisa makan duren. hahaha

Ini Patrick, si bule yang nyasar sendirian di pasar

Sesampainya di Moalboal, kita masih harus naik trisikad (sejenis becak pakai motor) untuk ke hotel kita yang di daerah pantai Panagsama. Jadi kalau dipikir-pikir, perjalanan kita untuk mencapai Moalboal itu lumayan penuh perjuangan (kita berangkatnya dari Shanghai , transit di HongKong, lalu ke Manila dan harus bermalam di airport, baru besoknya bisa ke Cebu dan Moalboal akhirnya). Alasan nomor 1 kita mau ke sini karena kita mau mengejar aktivitas outdoor rappeling ataupun canyoning (turun air terjun menggunakan seutas tali dan menyusuri sungai).

Trisikad bukan artinya 3 sikat.., tapi roda 3.. dan sekecil ini kendaraannya. Saya, Inji dan Viet bisa masuk semua di sini, ditambah abangya juga !!!

Kita memilih untuk bermalam di Tipolo Resort, sebuah hotel yang sangat sederhana tapi punya akses langsung ke Pantai Panagsama dan bagian dari Planet Action Adventure (PAA). PAA inilah yang mengatur semua kegiatan menantang di Moalboal. Langsung saja kita mendaftarkan diri untuk ikutan kegiatan canyoning  untuk keesokan harinya.

Pagi-pagi, sudah ada mobil truk tentara yang menunggu kita dan siap membawa kita ke petualangan di air terjun Montanesa.

Wahhh, rasanya kaya mau perang. Saya pun jadi deg-degan.

Total ada 10 orang yang ikut. Tidak ada orang Asia-nya, kecuali saya, Inji dan Viet (teman kita dari Vietnam). Begitu sampai di air terjun Montanesa, kita langsung dipasangi harness, tali-tali pengaman, dan helm. Meskipun sudah berasa keren dengan harness dan helm, kita tidak langsung melakukan canyoning. Kita masih diharuskan jalan mendaki bukit, lalu di atas bukit, kita masih harus latihan untuk menggukan harness dan tali-tali tersebut.

Instruksinya mudah,1 tangan pegang tali ini, badan condongkan ke belakang, lalu jalan mundur!

Siapa sangka dengan instruksi semudah itu, kita harus berhadapan dengan kegiatan yang seram. Di puncak bukit, kita mulai mendengar suara air terjun. Rasa panik sudah mulai timbul. Tiba-tiba, terdengar instruksi,

Let’s go down and conquor this water fall!

Saya mengintip untuk memastikan seberapa tinggi air terjunnya, dan “Hiii… seraaammm!!!”

Karena yang lain berani, saya pun jadi berasa harus nekad untuk turun ke bawah. Pelan-pelan menyusuri air terjun sampai rasanya sudah mulai terbiasa. Tiba-tiba datang lagi instruksi untuk loncat menyebrangi air terjun. Saya pikir dalam hati, “This is crazy, saya tidak bisa melihat ujung sebrang air terjun.” Tapi apa boleh buat, yang bisa kita lakukan hanyalan percaya pada instruktornya. Saya pun meloncat dan mendaratkan lutut saya ke dinding batu. “Wah, pasti boncel nih dengkul saya… tanda petualangan.”

Seseorang pernah berkata pada saya, apa artinya hidup kalau tidak pernah menaruh posisi di seutas tali. Kali ini, kita artikan secara harafiah :D

Sesampainya di bawah, lutut ini rasanya lemas. Dan semua memberi tepuk tangan kepada setiap orang yang berhasil turun.

Kita kembali menyusuri sungai. Terkadang kita bertemu dengan lumpur yang super pekat dan lengket, sampai-sampai sepatu saya lepas dan ketinggalan di lumpur.

Now, this is the big one.

Ternyata kalimat tersebut mengarah ke air terjun lagi. Kali ini 30 meter tingginya. Kalau melihat ke bawah memang menakutan. Tetapi setalah dijalani, ternyata tidak semenakutkan kelihatannya. Mungkin sudah biasa. Hahaha bukan sombong lho.

Itu Inji sedang bergelantungan di atas !!!

Hari ini saya dan Inji merasa puas sekali sudah melakukan canyoning. Mau mencoba lagi? Tentu saja!

Selain canyoning, Moalboal juga menawarkan aktivitas river climbing di air terjun Kawasan, aktivitas diving dan snorkeling-nya juga sangat bagus. Seringkali ada whale shark (ikan hiu yang besar dan jinak) yang muncul di sana. Sayang, kali ini kita tidak bertemu dengan ikan ini.

Kita mencoba untuk snorkeling di Basdako (White Beach) dan Panagsama. Airnya super jernih, bersih, dan koralnya banyak. Kita bertemu dengan penyu laut, kuda laut, banyak Nemo dan Dory, bintang laut, ubur-ubur, dan koral yang warna-warni dan sehat.

Wiiiii senangnya bisa berenang bersama penyu :)

White Beach atau Basdako dalam bahasa Tagalog. Kita bisa menikmati pemandangan sunset sambil bermain dengan pasir putihnya.

Selama di sana, kita sering sekali berpapasan dengan orang berpakaian wetsuit (pakaian selam) baik pagi maupun malam. Tampaknya Moalboal adalah salah satu destinasi untuk diving. Dan anehnya lagi, meskipun Moalboal relativ dekat dan murah dari negara-negara Asia seperti Indonesia, jarang sekali saya melihat bangsa Asia di sini. Di mana-mana bule dan orang Filipin. Kalaupun ada orang Asia, hanya orang Jepang yang suka ke sini.

SBY ? Ini sopir bus kita yang kebetulan mirip banget sama Pak SBY.

 

Penerbangan dari Jakarta ke Cebu dapat dicari lewat pesawat budget Cebu Pacific.

Penginapan sederhana dan nyaman di Moalboal : Tipolo Resort

Transportasi termasuk lebih mudah dicari dibandingkan Indonesia, kita memiliki pilihan: taxi, bus, jeepney (seperti mikrolet), trisikad (becak bermotor).

Aktivitas dapat dicari lewat Planet Action Adventure

Penyewaan peralatan diving bertebaran di mana-mana. Bisa pilih yang paling dekat dengan hotel.

Untuk hal makanan, bagi yang tidak makan babi, harus berhati-hati. Karena Philippines terkenal dengan babi dan lemaknya. Pilihan makanan lain yang enak adalah seafood. Ikan di sini segar-segar dan lumayan enak cara masaknya, biasanya di bakar atau panggang. Jus mangga-nya juga manis manis.

Inilah koleksi pasar ikan di Philippines. Ada yang namanya tidak ‘senonoh’ dan dilengkapi dengan mr.smiley face… ck ck ck